Dan tarif? Indonesia tetap kena 19%! Jadi apa hasil ke Washington? Nada. Nol. Tidak ada. Kabarnya ada $38 milyar dollar investasi AS di Indonesia. Dan, kontrak karya Freeport diperpanjang sampai 2041. Indonesia akan membeli 12% saham Freeport. Jadi nanti kepemilikan Indonesia akan menjadi 63%!
Senang karena Freeport jadi “milik” Indonesia? Eitss, nanti dulu. Bagaimana dengan ‘management fees’? Bagaimana dengan sewa peralatan? Kerusakan lingkungan yang tanggung siapa? Pemilik PT Freeport, kan? Dan, itu artinya: NKRI! Freeport McMoran tahu persis bahwa dengan kepemilikan Indonesia, mereka tidak dapat lagi dituntut untuk soal pencemaran lingkungan.
Ini kita belum bicara soal BoP. Ide Trump adalah membuat Gaza menjadi Riviera, tempat indah, penuh hiburan. Nanti rakyat Gaza akan dapat kerja, katanya. Ide bahwa modal bisa menyelesaikan segalanya. Bahwa menjadi tukang pel atau tukang ganti sprei bisa cukup buat makan. Dan para pemodal itu — bisa diduga itu adalah Trump dan keluarganya — merasa berjasa!
Dan, kita? Baiklah. Kita lupakan sejenak BoP, di mana negara-negara waras (termasuk Vatikan) menolak untuk ikut berpartisipasi. Mengapa kita begitu tunduk pada Trump?
Apa yang kita dapat? Sejauh ini, nggak ada! Nada. Nol. Kosong! Yang mengherankan untuk saya, presiden yang berapi-api kalau berpidato, yang selalu memproyeksikan ketegasan dan keberanian, yang selalu mengatakan “Indonesia negara besar tapi tetap miskin karena ditipu dan dirampok negara asing,” mengapa menjadi ayam sayur ketika berhadapan dengan Trump?










