PAPDESI Duga Wacana Tunda Pilkades di Kepulauan Sula Sarat Muatan Politik

oleh -219 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Menanggapi adanya wacana penundaan pemilihan kepala desa (Pilkades) oleh Fraksi Basanohi dan Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, memaksa Ketua DPC Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kepulauan Sula, Rudi Duwila angkat bicara.

Menurut Rudi, wacana terkait penundaan Pilkades karena kurang tersedianya anggaran dan sejumlah alasan lainnya itu adalah alasan yang mengada-ada.

“Anggaran pemilihan kepala desa sudah jelas diatur berdasarkan Permendagri No. 72 Tahun 2020 yang didalamnya mengatur soal anggaran pemilihan Kepala Desa, disamping itu ada Peraturan Bupati Kepulauan Sula No. 4 Tahun 2021 yang mengatur soal petunjuk teknis Pilkades di Kabupaten Kepulauan Sula secara serentak. Memang ada sedikit kendala teknis terkait anggaran, tapi itu tidak lantas dijadikan alasan untuk menunda Pilkades tersebut”, ungkap Rudi melalui telepon selularnya kepada Porostimur.Com, Rabu (17/3/2021).

Rudi mengungkapkan, seharusnya Pilkades sudah dilaksanakan pada Tahun 2020 lalu, hanya saja tertunda karena bertepatan dengan Pilkada Kabupaten Kepulauan Sula.

Link Banner

“Tahun kemarin Pilkades ini ditunda karena alasan Pilkada, takut jangan ada yang politisasi Pilkades, tapi sekarang Pilkada sudah selesai, maka sudah tidak ada alasan untuk menunda Pilkades. Apalagi saat ini persiapan Pilkades yang berjalan di 78 desa sudah masuk pada tahapan pendaftaran Calon Kepala Desa (Cakades), maka tidak perlu ditunda lagi”, ungkap Rudi yang juga sebagai Kepala Desa di Desa Pohea.

Baca Juga  Sikapi pungli, mahasiswa demo di Kantor Rektorat Unpatti

Menyoal adanya pandangan yang menyatakan tidak etis jika Pilkades dijalankan disisa waktu kepemimpinan HT-ZADI yang tinggal dua bulan ini, Rudi justru mempertanyakan ada apa dibalik pernyataan tersebut.

“Loh.. Tidak etisnya dimana? Peraturan Bupati No. 4 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pilkades sudah ada, maka wajarlah jika aturan itu harus dilaksanakan, walaupun memang kepemimpinan HT-ZADI tinggal dua bulan saja, tapi biarlah mereka menyelesaikan sisa tugas mereka dengan baik, termasuk melaksanakan Pilkades tersebut,” tegas Rudi.

Rudi menduga, wacana penundaan Pilkades tersebut syarat dengan muatan politik. “Saya menduga wacana itu bisa saja sengaja dimainkan untuk mengakomodir kepentingan politik pihak tertentu, tapi itu baru sebatas dugaan saya saja dan belum tentu benar.” katanya dengan nada kelakar.

Baca Juga  Pentingnya Keterlibatan Publik Dalam Mengawal Data Pemilih Berkualitas Pada Pilkada 2020

Selaku Ketua DPC Papdesi Kepulauan Sula, Rudi juga akan menyurati Bupati dan tembusannya disampaikan ke Gubernur serta Menteri Dalam Negeri sebagai mitra Papdesi untuk melaporkan hal tersebut.

“Saya akan menyurati Bupati dan berikan tembusannya sampai ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Mendagri untuk melaporkan sekaligus meminta perhatian mereka sebagai mitra dalam pemerintahan”, katanya.

Lewat kesempatan itu, Rudi mengajak masyarakat serta para elit yang ada di Sula untuk ikut mensukseskan hajatan Pilkades tersebut.

“Marilah kita sama-sama bergandeng tangan, mengawal serta mensukseskan Pilkades Tahun 2021-2026 ini secara serentak di Kabupaten Kepulauan Sula, agar berlangsung secara aman dan damai”. Ajak Rudi yang juga sebagai Cakades untuk periode keduanya.

Baca Juga  Bersiap Naik Kelas, Polda Malut Terus Berbenah

Mengakhiri pembicaraan, Rudi kembali menekankan keberatannya terhadap wacana penundaan Pilkades, karena menurutnya dihampir semua desa masa jabatan Kepala Desa definitif sudah berakhir dan untuk sementara diisi oleh Pejabat Kepala Desa.

“Saat ini hampir
semua desa diisi oleh Pejabat Kepala Desa, oleh karena itu kami dari DPC Papdesi Kabupaten Kepulauan Sula sangat berkeberatan jika Pilkades Sula di tunda. Kami tetap mendorong agar tahapan pemilihan berjalan sampai dengan hari pencoblosan pada tanggal 7-9 di bulan April ini”. tegas Rudi sambil mengucap salam “Manatol” (Saling bergandeng tangan) lalu menutup telponnya. (muchlis)