Porostimur.com, Ambon – Gempa Bumi yang mengguncang Turki pada Senin (6/2) kemarin disebabkan oleh bergeraknya patahan Anatolia Timur.
Patahan atau sesar adalah retakan di kerak Bumi di mana bebatuan di kedua sisi retakan saling bergeser satu sama lain. Retakan ini terkadang hadir dalam bentuk kecil, setipis rambut, dan gerakannya juga nyaris tak terlihat di antara lapisan bebaturan.
Patahan ini biasanya memanjang hingga ratusan kilometer. Ada banyak patahan di Indonesia , di antaranya Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik yang sebagian besar berada di bawah laut. Sementara di darat, ada sesar Lembang, Baribis, Cimandiri, Cugenang yang baru-baru ini menyebabkan gempa di Cianjur pada akhir 2022 lalu, dan masih banyak lagi.
Beberapa tahun lalu, sebuah studi menemukan sesar terbesar di Bumi yang ternyata ada di Maluku. Dalam satu abad terakhir, ilmuwan telah menyadari adanya jurang samudra sedalam 7,2 km yang dikenal sebagai Weber Deep (Palung Weber). Letaknya di Laut Banda.
Dikutip New Atlas, Weber Deep ini terbilang unik. Palung laut biasanya terbentuk di zona subduksi, yakni tempat dua lempeng besar kerak samudera bertabrakan. Satu kerak ditarik ke bawah, ke dalam mantel bumi.




