Pela Gandong dan Moderasi Kebudayaan “Menggugat Kesadaran dan Slogan Hidup Orang Basudara”

oleh -695 views

Sementara itu publik terus mengampanyekan perdamaian. Netizen, khususnya warga Maluku, sibuk menyatakan bahwa itu bukan konflik agama, namun konflik tapal batas.

Sebenarnya akan sangat naif mengampanyekan “Maluku Damai”, sementara akar konflik tak pernah selesai; entah konflik antar agama, negeri, pemuda, marga, mata rumah, soal tanah, minuman keras, dan banyak lagi yang masih selalu terjadi di Maluku. Konflik Ory-Pelauw vs Kariuw hanyalah satu dari sekian banyak konflik yang terjadi. Bahkan di tengah Konflik Kariuw vs Ory-Pelauw, Aboru vs Hulaliu juga belum bisa dikatakan selesai.

Jika kita membuka data, minimal menengok sepanjang Tahun 2021, konflik horizontal antar negeri, bahkan kadang-juga antar masyarakat vs korporasi vis Negara di Maluku tak pernah sepi. Hampir setiap Tahun, konflik antar negeri selalu terjadi. Dan kampanye damai selalu digalakkan. Namun faktanya, justru semakin menjadi-jadi.

Baca Juga  Jelang Iduladha 2026, BKHIT Maluku Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Menengok berbagai pemberitaan, kita dapat segera mengetahui bahwa konflik ini tak akan sebesar saat ini jika kedua belah pihak mampu menahan diri dan juga apar Negara cepat mengambil langkah-langkah antisipatif. Bermula dari perdebatan kecil soal tapal batas, akhirnya berubah menjadi malapetaka.

No More Posts Available.

No more pages to load.