Karena itu jangan heran jika ruang rapat Komisi II DPR hari-hari ini jauh lebih menentukan daripada seribu baliho yang kelak memenuhi jalan raya.
Pemilu 2029 sesungguhnya sedang dimulai sekarang. Bukan di lapangan kampanye. Bukan di panggung debat. Melainkan di ruang-ruang rapat berpendingin udara, tempat pasal demi pasal dirumuskan dengan bahasa yang terdengar kering, tetapi dampaknya bisa menentukan arah republik selama bertahun-tahun.
Rakyat biasanya baru ramai ketika baliho mulai bermunculan. Padahal masa depan pemilu sering kali sudah dibentuk jauh sebelumnya, ketika yang terlihat hanya tumpukan dokumen, presentasi PowerPoint, dan para ahli yang berbicara dengan nada datar.
Di situlah ironi demokrasi bekerja. Pesta rakyat selalu dimulai dari rapat para perancang pesta. Dan ketika rakyat datang ke TPS pada 2029 nanti, mungkin hanya sedikit yang menyadari bahwa menu yang mereka santap hari itu sesungguhnya telah dimasak sejak sekarang.
Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 03/06/2026










