Semua orang juga memahami bahwa untuk mengakui itu sebagai fakta sosial politik tidak akan pernah bisa dilakukan, baik oleh Jokowi maupun oleh pendukung dan para buzzer-nya, meskipun tak sedikit orang juga mengakuinya di dalam hati bahwa memang demikanlah nyatanya sepuluh tahun era pemerintahan Jokowi.
Karena pengakuan semacam ini hanya akan meruntuhkan istana yang telah dibangun selama kurun waktu sepuluh tahun Jokowi berkuasa.
Perkara bagaimana metodologinya, silahkan diperdebatkan dengan OCCRP. Jika perlu buatlah semacam survei tandingan yang akan menempatkan Jokowi sebagai pemimpin terbersih di dunia. Toh tak ada yang melarang, tentunya jika memang masih bisa mendapatkan sponsor untuk itu.
Jika tidak, lagi-lagi ya terima saja itu sebagai hasil survei. Sekali lagi, sebagai hasil survei saja. Tak perlu malu-malu mengecilkan ruangnya sebagai hasil survei semata, karena daftar tersebut memang lahir dari survei.
Toh saya yakin, sebagaimana banyak pihak lain juga meyakini, isu ini akan hilang dalam waktu yang sangat pendek.
Tinggal menunggu isu seksi lainnya muncul, maka isu ini akan “kebanting” seketika. Seperti kata Gus Dur, “gitu saja kok repot”. Salam optimis menjalani Tahun Baru 2025.










