Perempuan yang Dipinjam Laut

oleh -364 views

Tentang bagaimana ia diam-diam membantu tetangga yang kesulitan.

Tentang bagaimana ia selalu berkata,

“Jangan biarkan anak-anak lupa laut.”

Lela baru mengetahui semua itu setelah ayahnya tiada.

Ia merasa seperti membaca buku yang selama ini selalu berada di rak rumahnya sendiri, tetapi tak pernah benar-benar dibuka.

Sekembali ke Jakarta, hidup kembali bergerak cepat.

Rapat.

Laporan.

Perjalanan dinas.

Presentasi.

Tetapi kini semuanya terasa berbeda.

Setiap kali seseorang memuji keberhasilannya, ia justru teringat rumah yang semakin sepi ditempati ibunya seorang diri.

Setiap kali menerima penghargaan, ia teringat makam ayahnya yang tak sempat sering diziarahi.

Pada suatu malam, ia menelepon ibunya.

“Ibu pindah saja ke Jakarta.”

Baca Juga  Suzuki Saluto 125 2027 Resmi Meluncur, Skutik Bergaya Italia dengan Mesin Irit Siap Tantang Rival

Perempuan tua itu tertawa kecil.

“Lalu siapa yang menjaga rumah?”

“Rumah bisa dijual.”

“Rumah memang bisa dijual.”

Suara ibunya terdengar pelan.

“Tapi kenangan tidak.”

Lela terdiam.

“Lagipula…”

Ibunya melanjutkan,

“…kalau semua anak pulang membawa orang tuanya ke kota, siapa yang akan menjaga kampung?”

Percakapan itu selesai.

Namun pertanyaan itu tinggal lama di dalam kepala Lela.

Di kantor, Adrian mulai semakin dekat dengannya.

Mereka sering pulang bersama.

Membicarakan buku.

Film.

Pekerjaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.