Menurutnya, hal itu penting untuk mengeliminasi potensi terjadinya politik identitas serta memberikan pilihan yang lebih banyak bagi rakyat.
“Ke depan kita berharap tiga atau empat paslon Pilpres 2024 untuk mengeliminir politik identitas sekaligus memberi kesempatan lebih banyak pilihan bagi rakyat dan kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk tampil dipentas kepemimpinan nasional,” ujar Kamhar.
Dia menyatakan, pengalaman Pilpres 2014 dan 2019 yang hanya menghadirkan dua paslon telah memberikan pelajaran ihwal pertumbuhan politik identitas secara subur yang kemudian mendistorsi demokrasi dan menciptakan pembelahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, situasi seperti itu tidak boleh terulang karena mengancam integrasi bangsa.
“Ini menjadi ancaman dalam menjaga integrasi bangsa, harus kita hentikan, jangan sampai kebablasan, terlalu mahal harga yang mesti ditanggung sebagai bangsa,” ujarnya.
Terkait jumlah paslon di Pilpres 2024, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah mengungkapkan bahwa pihaknya berharap hanya menghadirkan dua paslon. Menurutnya, jumlah tersebut akan membuat Pilpres 2024 tidak berlangsung sebanyak dua putaran.
“Maka kami akan bangun koalisi sehingga paling tidak pemilu ke depan hanya diikuti dua paslon, tidak akan ada dua pilpres, dua ronde,” kata Hasto dalam diskusi yang digelar PARA Syndicate, 28 Mei 2021.









