Tak Puas Dengan Keputusan Pertamina, Sopir Angkot Geruduk DPRD Kota Ambon

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejumlah sopir angkot hari ini ramai-ramai mendatangi DPRD Kota Ambon, mereka meminta kejelasan terkait keterbatasan BBM jenis premium dan kenaikan PLK (Pertalite Khusus).

Kedatangan para sopir angkot itu, disambut baik oleh Komisi I DPRD Kota Ambon, sehingga dapat dilakukan mediasi bersama di ruang rapat DPRD Kota Ambon yang ikut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulete.

“Langkah ini diambil oleh Pertamina dalam kerangka September yang akan datang nanti premium secara nasional itu tidak lagi diproduksi,” ujar Sapulete ketika di wawancarai di Kantor DPRD Kota Ambon, Kamis (26/8/2021).

Sapulete juga menjelaskan, dasar perhitungan tarif angkutan umum di Kota Ambon komponen bahan bakarnya adalah premium, sehingga ketika premium sudah tidak diproduksi dan beralih ke pertalite maka perlu ada penyesuaian tarif karena menggunakan bahan bakar pertalite.

“Ini menjadi tuntutan mereka. Oleh karena itu, kita menunggu Pertamina dan Pertamina sudah sampaikan kepada kita September. Karena itu Dinas Perhubungan sementara menyusun tarif angkutan. Tanggal 7 September akan datang nanti kita rencanakan untuk launching tarif angkutan yang baru ya karena ini bukan kehendak daripada Pemerintah Kota tetapi secara nasional merupakan kebijakan nasional dalam kerangka langit biru,” bebernya.

Baca Juga  Bupati Halsel Janji Perbaiki Rumah Warga Korban Puting Beliung di Tawa
Kadis Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulete.

Dalam kerangka juga dengan perubahan iklim, maka premium itu dihilangkan, karena premium itu dia menggunakan aditif dan adiktif itu yang disebut dengan timbal, itu menyebabkan terjadinya polusi, oleh karena itu dihilangkan.

“Perhubungan kemarin minta supaya kalau bisa premium itu diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2021, karena pertimbangan kondisi pandemi, tetapi karena kebijakan nasional, di Maluku informasi dari Pertamina hanya Kota Ambon yang masih menggunakan premium,” tutup Sapulete.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Jafry Taihutu menambahkan, Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Kadis Perhubungan berjanji pada tanggal tanggal 7 September nanti akan dilaunching penetapan tarif angkot.

“Selaku anggota DPRD Kota Ambon kami akan kawal apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat tadi, khususnya sopir angkot agar kalau kenaikan sudah dipakai yang namanya pertalite tidak lagi premium maka harus ada penyesuaian,” jelas Taihutu.

Baca Juga  Ratusan Personel BKO Polda Maluku yang Mengamankan Pilkada Dipastikan Bebas Covid-19
Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Jafry Taihutu

Taihutu bilang, pertemuan dengan para sopir angkot tadi berjalan secara baik mereka sadar akan situasi dan kondisi cara berdemokrasi yang baik tidak marah-marah tidak ngamuk-ngamuk tapi datang ke rumah mereka sendiri dan menyampaikan ke wakil mereka sendiri dan alhamdulillah tadi pak kadis juga sudah menyampaikan sikap pemerintah soal kenaikan tarif itu.

“Nanti tinggal komisi akan koordinasi lagi rapat lagi dengan Pertamina agar bicara soal suply soal kuota dari bensin selama selama masih tetap di kucur ke para Sopir itu tetap stabil bahkan ketika pertalite itu menjadi bahan bakar yang hanya dipakai mines premium itu juga akan tercukupi,” pungkasnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.