PKI dan Rezim Rasan-Rasan

oleh -274 views

Oleh: Anwar Kurniawan, Mahasiswa Pasacasarjana Kajian Budaya dan Media UGM

What unites people?…Story! There is nothing in the world more powerful than a good story. Nothing can stop it. No enemy can defeat it… ~ Tyrion Lannister

Beberapa waktu lalu saya terlibat dalam sebuah tugas dari Pesantren Pandanaran menuju ke Boyolali. Lewat jalur alternatif Klaten, ada siluet bokong truk yang mencuri perhatian saya. Tulisannya begini: Korban Rasan2.

Bahasa Indonesia yang baik dan benar barangkali akan memadankan kata “rasan-rasan” itu sebagai “menggunjing”. Bahasa Arab punya istilah lain, yaitu ghibah. Apapun itu, rasan-rasan tetaplah istilah yang terbaik, setidaknya buat saya. Local pride. Toh secara substansial, baik menggunjing, ghibah, atau rasan-rasan adalah sama: berbagi cerita atau informasi tentang sesuatu tanpa keberadaan subjek yang sedang dibicarakan.

***

Baca Juga  Iran Siapkan Rudal Hadapi AS, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Setiap menjelang akhir September, kita rupanya selalu punya topik rasan-rasan: PKI. Orang-orang masih setia membicarakannya. Saat artikel ini ditulis, salah satu trending topic di Twitter ternyata berisi rasan-rasan tentang Gatot, seorang Jenderal (Purn) yang mewanti-wanti adanya indikasi bahwa paham komunis (gaya baru) sudah masuk ke tubuh TNI.

No More Posts Available.

No more pages to load.