Teddy sangat istimewa, mungkin karena militer muda, segar, dan cakap, secara visual. Pada awal menjadi Seskab sempat diidolakan netizen perempuan. Namun belakangan kerap dicemooh, mungkin karena inflasi tampil di TV, seperti pengamat membosankan yang terlalu sering muncul di TV. Terlalu over-ekspose, banyak omong.
Sebagai Sekretaris Kabinet, Teddy bukan cuma mengatur jadwal dan mencatat risalah rapat kabinet. Kedekatannya dengan Presiden Prabowo, membuatnya mengurus, turut campur, atau mengomentari segala urusan pemerintahan. Dari urusan pangan, problem MBG, soal anggaran, bencana alam, media briefing hasil kunjungan kenegaraan. Ia terkesan menjadi juru bicara berbagai kementerian. Itu sebabnya belakangan ini ia mendapat julukan baru dari netizen, sebagai “Menstruasi”: Menteri Segala Urusan dan situasi.
Teddy cekatan dalam berbicara mengkomunikasikan ketidakjelasan. Soal isu akan ada resafel kabinet? “Tunggu aja, nanti Bapak Presiden yang ceritakan.” Tentang rencana memotong gaji pejabat? “Tanya yang menyampaikan.” Soal banyaknya kritik pada pemerintahan? “Pemerintahan ini tidak anti-kritik kok.” Soal anggaran kegiatan bazar UMKM? “Pokoknya ada.”
Karir politik Teddy cepat melejit, dimulai dari ajudan Menteri Pertahanan Prabowo, lalu asisten ajudan Presiden Jokowi, dan kemudian melejit menduduki kursi Sekretaris Kabinet. Penunjukannya sempat menuai perdebatan soal status prajurit aktif untuk jabatan sipil, selain level pangkatnya yang belum cukup tinggi. Tapi presiden Prabowo menyukai, mempercayai dan selalu ingin didampingi Teddy. Pokoknya harus ada Teddy.








