Pokoknya Ada Teddy

oleh -32 views

Acara merayakan ulang tahun Teddy, di sebuah hotel mewah di Paris–berbandrol 230 juta per malam–adalah contoh ekshibisionisme kesenangan dan kenyamanan diri, yang insensitive pada kondisi kesulitan ekonomi tanah air.

Teddy menjadi simbolik gejala, sekaligus konsekuensi, personalisasi politik kekuasaan. L’état c’est moi, negara adalah saya. “Pokoknya Ada Teddy” adalah ironi bagaimana kekuasaan bekerja dan bagaimana republik dikelola tanpa ada kejelasan “tupoksi”.

Dalam pemerintahan, sebagaimana permainan kartu remi, ada Joker. Berfungsi sebagai kartu liar (wild card) yang bisa menggantikan kartu lain, atau kartu truf tertinggi dalam permainan. Dan drama panggung politik kekuasaan juga selalu ada Joker-Joker seperti itu. Di era Soeharto ada Harmoko, era Jokowi ada Luhut Panjaitan, dan era Prabowo: pokoknya ada Teddy. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.