Porostimur.com, Ambon – Jajaran Polda Maluku mengalami kesulitan mengungkap dan menangkap pelaku bentrokan yang terjadi di Pulau Haruku, Maluku Tengah.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat mengungkapkan kesulitan utama pihaknya mengungkap penembak misterius di tengah Hutan Negeri Halaliu maupun pelaku penganiayaan dalam konflik Ori-Kariuw karena korban tidak divisum dan autopsi.
Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengaku mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pelaku penembakan misterius di tengah Hutan Negeri Hulaliu dan pelaku penganiayaan dalam konflik Kariuw-Ori Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
“Kesulitan utama adalah korban tidak divisum dan diotopsi. Itu kesulitan kita untuk mengetahui dari senjata apa dan jenis peluru itu. Makanya kita agak kesulitan untuk itu,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat di Ambon, dikutip Minggu (20/2/2022).
Ia mengatakan, korban tidak divisum karena tidak diizinkan oleh pihak keluarganya.
Terkait kasus penganiayaan dalam konflik Ori-Kariuw, Polda Maluku juga masih sulit untuk menetapkan tersangka. Sebab, korban penganiayaan sampai sekarang tidak mau dimintai keterangan.
“Dipanggil berulang kali, bahkan polisi sudah mendatangi korban pun tetap tidak mau. Itu kesulitan polisi,” tambahnya.











