Sekda Anggap Polemik Taman Wisata Danau Lorulung Selesai

oleh -179 views
Link Banner

@porostimur.com | Tanimbar: Sekretaris Daerah, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Piterson Rangkorarat, Rabu (16/7) mengadakan konfrensi pers dalam rangka memberikan penjelasan dan klarifikasi terhadap beberapa berita yang dilansir salah satu media yang menjadi pembahasan publik dan menjadi polemik di masyarakat terkait dengan pekerjaan Taman Wisata Danau Lorulung.

Menurut Rangkorarat, pembagunan Taman Wisata Danau Lorulung yang menggunakan APBD Tahun 2018 dan APBD Perubahan Tahun 2018 itu harus dijelaskan agar menjadi jelas di masyarakat.

Menurut Piterson Rangkoratat, terkait Pembangunan Taman Wisata Danau Lorulung, dapat dijelaskan bahwa pada Tahun 2018, Pemda melakukan beberapa paket pekerjaan di Taman Wisata Danau Lorulung seperti yang di lansir media beberapa hari terkahir, yakni: Penimbunan Talud dengan nilai kontrak Rp. 4.990.489 .000 yang dikerjakan oleh PT. Putra Tanimbar Sejahtra. Paket Pembersihan Taman Wisata Danau Lorulung, dengan nilai kontrak Rp. 2489.793.000, dikerjakan oleh kontraktor CV. Saumlaki Mandiri.

Kemudian pekerjaan Jalan Masuk Taman Wisata Danau Lorulung, sebesar Rp 2.500.000.000. dengan kontraktor PT. Aulia Perkasa.

Paket ini menggunakan Dana APBD induk Tahun 2018, kemudian dalam APBD perubahan, ditambahkan Rp 7.900.000.000 dengan kontraktor yang sama.

Baca Juga  KAHMI Hanya Akui PB HMI Pimpinan Arya Kharisma Hardy

Selain itu, ada juga pembangunan jalan Tuan Tubun Mathilda Batlayeri dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.458 .000.000, juga dikerjakan oleh PT. Aulia Putra Perkasa .

Rangkoratat menjelaskan, khusus untuk pembangunan talut dan penimbunan Taman Wisata Danau Lorulung sudah dilakasnakan sesuai dengan kontrak kerja yang di tandatangani oleh pimpinan SKPD terkait dengan kontraktor.

“Pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan pada Tahun Anggaran 2018”, katanya.

Sedangkan untuk pekerjaan pembersihan Taman Wisata Danau Lorulung sebesar Rp.2.489.793.000 seperti dikatakan sebelumnya, pengerjaannya sesuai dengan dengan ketentuan bahwa kontraktor sebelum melakukan pekerjaan itu harus ada dana awal 30%. Dana tersebut, menurut Piterson, merupakan dana awal yang dicairkan pemda agar kontraktor dapat memulai pekerjaan, dengan nilai sebesar 20 % dari nilai kontrak 2.2489.793.

Pemda mencairkan dana awal sebesar Rp.497 .000.000 sebagai Dana awal. Namun sampai 31 Desember 2018, atau sampai berakhirnya tahun anggaran pekerjaan tidak dilaksanakan, maka Pemda melakukan pemutusan kontrak kerja dengan kontraktor tersebut.

Piterson menjelaskan, pekerjaan yang tidak dilaksanakan ini juga menjadi temuan BPP pada Tahun 2018. Dari temuan itu, BPK merekomendasikan kepada pemda KKT untuk melakukan pemutusan kontrak kerja dengan kontraktor yang bersangkutan. Maka sesuai mekanisme dan kententuan, kontraktor harus mengembalikan dana 20% yang sudah di cairkan sebesar Rp 497 .000.000 itu ke kas daerah.

Baca Juga  Hadirkan Karya Glenn Fredly, Konser Wave of Cinema Bakal Diramaikan Molukka Hiphop Community

“Dalam waktu dekat akan dilakukan sidang TPTG dalam rangka menindaklanjuti temuan-temuan BPK”, ujarnya.

Selanjutnya mengenai pekerjaan jalan masuk Taman Wisata Danau Lorulung pada APBD induk 2018, Pemda mengalokasikan dana sebesar Rp 2.500.000.00 yang dikerjakan oleh PT .Aulia Perkasa Mandiri. Pekerjaan ini setelah dicek, volumenya baru 60%. Oleh sebab itu, Pemda hanya mencairkan dana sebesar 60% atau sesuai volume pekerjaan.

“Tidak ada pencairan 100 % seperti ditulis media itu. Kita cairkan 60%. Sisanya 40% sebesar Rp 980 .000.000, baru akan di cairkan setelah pekerjaan selesai 100% dan sistem pencairan tersebut melalui mekanisme dana luncuran yang sudah ditampung pada DPAL luncuran tahun 2019”, ungkapnya.

Sekda Rongkorarat menambahkan, pada APBD Perubahan Tahun 2018, juga di tambahkan alokasi dana sebesar Rp.7.900.000.000 untuk pekerjaan jalan masuk Taman Wisata Danau Lorulung. Penambahan ini menurut Rankoratat dikarenakan sebelumnya ketika di survei awal panjang jalan masuk hanya 500 meter tetapi setelah dikerjakan dan kemudian perencanan terkahir, ada penambahan, sehingga panjang jalan menjadi 1.6 kilometer.

Baca Juga  Kodim 1509/Labuha Lakukan Pemeriksaan dan Penyuluhan Narkoba

“Survey awal jalan itu hanya 500 meter, namun kemudian berkembang menjadi 1.6 kilometer. Jadi pada APBD perubahan kita tambahkan dana sebesar Rp.7.820.000.000. Nah dari dana ini, hanya dibayar 60% yaitu sebesar Rp.4.692.000.000. Sedangkan sisanya 40% akan dibayarkan setelah pekerjaan dinyatakan ramping 100%”, tukasnya.

Terkait Amdal pembangunan Taman Wisata Danau Lorulung kata Rangkoratat, karena Danau Wisata Lorulung dalam pengelolaanya tidak mencapi 100 hektar, maka tidak menggunakan Amdal, namun tetap mengacu pada UU No: 32 tentang PPLH, maka Pemda sudah melakukan evaluasi DLH yang sudah masuk tahap terakhir oleh tim evaliasu DLH Universitas Pattimura Ambon.

Menagapi issue adanya kontarktor fiktif, Rangkoratat menerangkan bahwa jalur pelelangan sekarang menggunakan lelang oneline dan terdaftar pada LPSE. Sehingga apabila adaperusaham yang tidak terdaftar di LPSE maka dengan sendirinya akan ditolak oleh sistem.

“Jadi mengenai ha-hal itu semua yang terkait dengan polemik Taman wisata Danau Lorulung saya anggap clear”, tegas Piterson Rangkoratat. (Jefri)