Jasad Dipindahkan, Polisi Ungkap Dugaan Rekayasa Kecelakaan
Alih-alih melaporkan kematian korban kepada pihak berwenang, para tersangka diduga panik dan kemudian menyusun cara untuk memindahkan jasad Riswan.
Polisi menduga mereka berupaya membuat kematian korban seolah-olah terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.
Sekitar pukul 07.30 WIT, Reno meninggalkan rumah untuk mengantar rekannya, Marvel, ke Desa Fatce. Sementara Anri dan Mita membicarakan cara memindahkan tubuh korban.
Keduanya kemudian menyewa sebuah mobil Toyota Avanza warna putih.
Sebelum kendaraan disewa, para tersangka diduga mengambil uang milik korban sekitar Rp3 juta. Sebagian uang tersebut digunakan untuk membayar sewa kendaraan, sementara sisanya ditransfer ke rekening Mita melalui BRI Link.
Setelah kendaraan tiba, Anri, Mita dan Reno mengangkat tubuh Riswan dari dalam kamar dan memasukkannya ke dalam mobil.
Jasad korban kemudian dibawa menuju kawasan belakang SD Inpres 2 Waihama yang dinilai sepi.
Di lokasi tersebut, tubuh korban diturunkan dan diletakkan di semak-semak.
Mita selanjutnya mengarahkan Reno melalui Facebook Messenger untuk membawa sepeda motor milik korban ke lokasi.
Reno kemudian datang menggunakan sepeda motor korban dan meletakkannya di dekat jasad sebelum meninggalkan tempat tersebut.









