Prajurit Kerajaan Morotia

oleh -9 Dilihat

Orang-orang Moro yang dievakuasi didiizinkan memiliki sangaji sendiri yang akan mengurus pemerintahan dan pemukimannya, dan sebagiannya dibawa ke Ternate dijadikan sebagai budak. Sebelumnya, sebagian penduduk yang dipindahkan ke Tidore “di mana putra mahkota Tidore telah melakukan serangan besar-besaran dan memperoleh banyak tawanan, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan menjadikan mereka budak Tidore (Amal 2006:216-217).
Kemudian tak ada lagi catatan sejarah tentang Moro.

Sekian ulasan sejarah tentang prajurit kerajaan Morotia di atas baik yang saya kutip dari berbagai sumber buku dan Internet semoga menambah khazanah pengetahuan serta bermanfaat terhadap pembaca untuk lebih mengenal sejarah Maluku Utara lebih khususnya Galela.

Meskipun ulasan sejarah di atas tidak sempurna dan masih banyak kekurangan yang perlu saya perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan saya tentang disiplin ilmu sejarah serta referensi yang didapat. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat saya harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.