Para relawan dengan penuh hormat, mengevakuasi, mengantar jenazahnya dan memastikan Firdaus pulang ke Bogor. Kembali ke keluarga yang menunggunya dengan airmata, namun juga dengan rasa terimakasih yang tak terhingga.

Kisah tentang Firdaus kemudian saya bagikan di akun Tiktok saya ( Papanya Vino_12 ), dalam bentuk rangkaian foto dan tulisan berjudul: FIRDAUS : SENYUM YANG TERTINGGAL DI MALUKU. Reaksi yang muncul sungguh di luar dugaan.
Video itu ditonton lebih dari 100.000 kali, disukai oleh 3.586 orang, dijadikan video favorit sebanyak 177 kali, dan dibagikan ulang 83 kali oleh pengguna akun Tiktok lain. Angka-angka itu bukan hanya statistik, namun sebuah cermin dari betapa dalamnya kisah ini. Menyentuh hati orang-orang yang tak hanya tinggal di Maluku.
Kolom komentar pun dipenuhi dengan ucapan haru. Banyak yang berasal dari luar Maluku, menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada masyarakat Maluku. Terutama kepada para relawan yang telah menunjukkan arti kemanusiaan yang sesungguhnya. Beberapa menulis di kolom komentar, “Jika suatu hari kamu ke kota kami, tolong kabari,” sebuah ajakan kecil yang menyimpan penghormatan besar.
Kisah Firdaus menembus batas-batas geografis dan prasangka. Ia menunjukkan bahwa Maluku bukan hanya indah secara alam, tapi juga dalam perilaku dan hati warganya. Relawan-relawan itu bukan orang-orang yang sedang mencari panggung. Mereka hanya anak-anak muda yang memilih untuk peduli. Mereka mengubah cara orang melihat Maluku. Bahwa di tanah yang kerap disalahpahami, dianggap kasar dan terbelakang, masih tumbuh kemanusiaan yang tulus dan hangat.








