Sanubari Asmaraloka

oleh -362 views

Esoknya, saat Iyan menuruni anak tangga untuk sarapan, ia dikagetkan dengan laki-laki yang sedang berbincang dengan Papanya. Laki-laki itu adalah Fahri. “Iyan cepetan sana kamu makan, hari ini kamu gak usah bawa mobil. Biar kamu bareng calon suamimu aja, kan tempat kerja kalian juga sama”, ucap Tessa menyuruh anak perempuannya untuk makan. “Mama kalau ngomong jangan sembarangan deh, malu itu depan orangnya langsung”, balas Iyan. “Yang Mamamu katakan itu benar kok Yan, aku saja heran mengapa Tante bisa tahu kalau aku berniat melamarmu minggu depan”, ucap Fahri kepada Iyan. “Jangan tante Ri, panggil Mama saja. Kan kamu juga bakal jadi menantuku”, ujar Tessa kepada Fahri.
“Sebentar Fahri, kita bicarakan di luar saja”, Iyan menarik lengan pemuda bertubuh tinggi itu ke teras rumah.

Baca Juga  Buka LK2 HMI di Purwakarta, Umar Lessy: HMI Lahir untuk Melahirkan Pemimpin

“Maksud dari perkataanmu tadi itu apa?”, ucap Iyan berterus terang.
“Kita berdua tau bahwa kita sama-sama tidak mempunyai waktu untuk hubungan seperti pacaran dan semenjak aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya aku juga merasakan cinta untuk pertama kalinya. Meskipun kita baru mengenal tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku serius dengan apa yang aku ucap dan tidak pernah main-main. Untuk membuktikannya, aku akan datang ke rumahmu dengan kedua orangtuaku untuk menikahimu dan orangtuamu juga menyetujuinya. Jadi Drg. Arunika Eunoia Baswara, maukah engkau menerimaku sebagai teman sehidup dan sematimu?”, ucap psikiater itu seraya menggenggam kedua tangan pujaan hatinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.