Komentar lainnya menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas pengamanan, terlebih ketika berhadapan dengan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
“Terlepas dari tugas dan tanggung jawab, setidaknya punya bekal IQ, EQ & SQ yang matang biar punya rasional dan logika yang matang juga,” tulis pengguna lainnya.
Sejumlah akun media sosial menyebut pria dalam video tersebut sebagai ajudan Gubernur Maluku. Namun, klaim tersebut belum terverifikasi secara independen. Status, identitas, serta kewenangan pria tersebut dalam peristiwa itu juga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan video yang beredar.
Sebagian warganet bahkan meminta dugaan tindakan tersebut diproses apabila nantinya terbukti terdapat penghinaan atau tindakan yang melampaui kewenangan.
“Ajukan kok mental gitu? Tegur baik-baik saja boss, jangan kasih keluar kata seperti itu,” tulis seorang warganet.
Bawa Pesan Masyarakat Pedalaman Seram
Sorotan terhadap peristiwa ini semakin menguat karena mahasiswa tersebut disebut datang bukan untuk melakukan aksi kekerasan, melainkan membawa pesan dari masyarakat pedalaman Pulau Seram untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.
Kejadian tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, termasuk bagi mahasiswa dan perwakilan masyarakat adat dari wilayah pedalaman.










