Sejarah Harem, Tempat Tinggal Selir Sultan Turki di Masa Lalu

oleh -69 Dilihat

Wanita diwajibkan untuk menutup tubuhnya saat keluar dari rumahnya atau sedang pergi ke tempat umum yang memungkinkan bertemu kaum pria.

Aturan semacam itu bisa membuat wanita pada zamannya sangat terbatas ruang geraknya. Karena itu, harem dibuat untuk menaungi kehidupan para wanita agar bisa lebih leluasa.

Pria yang bukan mahram-nya tidak diizinkan masuk karena wanita di dalam harem tidak memakai hijab.

Ternyata sejarah harem dipahami berbeda di negara-negara barat

Sejarah Harem, Tempat Tinggal Selir Sultan Turki di Masa Lalu
(foto: pinterest)

Sebagaimana institusi yang mendidik karakter, harem awalnya adalah sebuah tempat untuk latihan wanita sesuai kemampuannya.

Tujuan utamanya adalah untuk melatihnya tampil di masyarakat nantinya sebagai seorang istri di istana.

Beberapa wanita memang jadi pasangan sultan, sedangkan beberapa lainnya dipasangkan dengan laki-laki lain yang juga terdidik dan dibesarkan dengan struktur sejajar dengan harem, kemudian dilatih menjadi birokrat istana.

Terlepas dari fungsi harem sebenarnya, dalam pemahaman bangsa barat, harem banyak dibumbui dengan imajinasi ‘liar’ bahwa wanita di dalam harem tidak lain adalah menghibur dan menemani sultan.

Baca Juga  Pemimpin Oposisi Israel Sebut Pembunuhan Ali Khamenei sebagai Kesalahan Strategis

Sejarawan bernama Colin Imber dalam buku The Ottoman Empire menyebutkan bahwa sultan memiliki selir dianggap tradisi lumrah untuk kalangan penguasa Ottoman.

No More Posts Available.

No more pages to load.