Sejarah Pela Hative Kecil & Hative Besar

oleh -697 views

Setelah tinggal beberapa lama di Pandan Kasturi, maka terjadilah perceraian. Datuk Kaya Fula dan Datuk Kaya Daud pergi ke Seram Timur dan mereka mendirikan Negeri Tobu. Sedangkan Latu Parrinussa dan Kapitan Mahudum dan Nyai Mas bersepakat untuk naik ke gunung untuk mencari tempat kediaman dan sampai saat ini tempat tersebut dikenal dengan nama Negeri Lama.

Setelah menetap di gunung, suatu waktu nampaklah kepada mereka seekor anjing yang mendatangi mereka. Kapitan Mahudum berfirasat bahwa ada orang yang mungkin saja baru tiba di pantai. Ia lalu menyuruh orang ke pantai untuk membuktikan hal tersebut. Seandainya memang ada orang, jemput dan bawah mereka ke gunung.

Baca Juga  BRINUS Malut Nilai Desakan Copot Kepala BKAD Halbar Tidak Objektif

Dugaan kapitang Mahudum benar adanya. Orang-orang tersebut dijemput dan dibawa ke gunung, tinggal bersama-sama mereka. Orang-orang ini kemudian menjadi anak cucu Timorasong. Karena penduduk yang makin bertambah banyak, mereka kemudian setuju untuk memperluas daerah tempat tinggal mereka dan memagarinya dengan batu.

Dalam pekerjaan memperluas daerah Negeri Lama maka dilakukan pekerjaan besar. Untuk memagari daerah kediaman mereka memerlukan batu-batu yang diangkut dari tepi pantai ke gunung dengan melibatkan seluruh masyarakat Negeri Hative. Untuk mempermudah pengambilan batu-batu tersebut mereka menempuh cara berdiri secara berbarisan dari gunung ke pantai lalu batu-batu tersebut diserahkan dari tangan ke tangan hingga akhirnya batu-batu tersebut dapat dibawa ke gunung. Mereka pun sempat mendirikan sebuah baileo dan membuat sebuah meja yang diperlukan saniri negeri untuk mengadakan rapat. Meja tersebut kemudian dikenal dengan Nama Batu Bakar Damar.

No More Posts Available.

No more pages to load.