Sejarah Pela Hative Kecil & Hative Besar

oleh -696 views

Perang Antara Negeri Soya dan Negeri Hative

Setelah Bangsa Portugis terusir dari Maluku, orang-orang Hative (kecil) yang melarikan diri ke Haria dan Siri Sori kembali lagi ke Pulau Ambon. Mereka menetap di sebuah daerah (hutan) yang terletak antara petuanan Negeri Soya dan Petuanan Halong yang sampai sekarang terkenal dengan Negeri Lama Hative Kecil.

Menurut Rumphius dalam bukunya Ambonsche Land Beschyving denga judul Van Leitimur A Van de Dropen Van Leitimur, dikatakan bahwa Halong terdapat Hative Kecil yang 1 mil dari Benteng ke arah Timur Laut. Disebut Hative kecil karena dahulu Hative Besar berada di daerah ini juga tetapi karena wabah penyakit, mereka akhirnya pindah ke arah Barat dekat Tawiri dan yang tinggal hanya beberapa orang.

Baca Juga  Tenun Ikat Mawar Bersinar di SALAM FEST 2026, Mitra CSR Pertamina Tarik Perhatian Pengunjung

Dalam tuturan orang tatua, pada suatu waktu terjadi peperangan antara Negeri Hative dan Negeri Soya, disebabkan oleh hubungan percintaan antara Jojaro Elsina Muriany dengan Mungare Hendryk Rehata dari Upu Latu Sarimau Negeri Soya. Senjata perang Negeri Hative ialah matakael cakalang dan senjata orang Soya ialah duri rotan.

Dalam peperanga itu, banyak orang Hative yang tewas dan korban sehingga darah mereka mengalir seperti air dari gunung sampai ke Pantai yang kemudia dikenal dengan air mati dan di sanalah ada kaki air mati. Dalam peperangan itu ada tiga soa yang melarikan diri, yaitu Soa Sariman, Soa Mamputy dan Soa Lareng. Mereka ke Jasirah Hitu dan bertemu dengan keluarga Nunumete dari Huamual. Bersama-sama mereka mendirikan sebuah negeri yang disebut Negeri Hative Besar.

No More Posts Available.

No more pages to load.