Siasat Licik 11 Oknum Perwira dan Bintara Polri Jual Sabu BB Miliaran Rupiah, 76 Kg Dilaporkan 57 Kg

oleh -379 views
Link Banner

Porostimur.com – Tanjungbalai: Siasat licik 11 oknum perwira dan bintara polisi di Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara mengambil dan menjual barang bukti narkoba  sabu-sabu berujung panjang.

11 oknum perwira dan bintara polri itu harus mendekam di tahanan dan segera diadili di pengadilan. 

Ke-11 oknum perwira dan bintara Polri ini mengambil 19 kilogram sabu-sabu dari total 76 kilogram barang bukti yang didapat. 

19 kg sabu-sabu-sabu ini lalu dijual seharga miliaran rupiah. 

Dalam aksinya mereka saling bekejasama secara masif. 

Berikut fakta-fakta yang terungkap: 

1. Narkoba di kapal kayu

Kasi Intelijen Kejari TBA, Dedi Saragih, mengatakan, terbongkarnya kasus narkoba yang melibatkan 11 bintara sampai perwira Polres Tanjungbalai ini bermula pada 19 Mei 2021.

Kasus ini bermula adanya penyelundupan 76 bungkus narkoba jenis sabu di Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Kala itu, ditemukan satu unit kapal kayu yang di dalamnya terdapat 76 bungkus narkoba jenis sabu.

Dua orang pelaku yang diduga merupakan kurir berhasil melarikan diri.

Dari hasil pemeriksaan, 76 kilogram sabu itu terdiri dari bungkusan warna hijau merk Qing Shan dan bungkus warna kuning merk Guanyinwang.

Baca Juga  Selasa Besok, Polres Kepulauan Sula Semprot Disinfektan Secara Massal

Atas temuan itu, anggota Polres Tanjungbalai berinisial Kn, bersama tersangka SN, dan tersangka AD yang merupakan petugas Polairud melakukan pengamanan.

“Atas temuan tersebut, Kn melaporkan kepada TS selaku Kasat Polairud. Kemudian akibat laporan tersebut, TS memerintahkan tersangka Jn, Hr, JE untuk berangkat menuju lokasi,” jelasnya.

Setelah sampai, kemudian barang bukti dibawa menuju ke Kantor Polair Tanjungbalai.

2. BB sabu-sabu disembunyikan dan dijual miliaran rupiah

Di perjalanan, tersangka Tr yang merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai memindahkan 13 bungkus sabu kedalam satu buah goni.

“Kemudian, Tr menyuruh Hr menyimpan sabu tersebut di lemari penyimpan minyak kapal,” katanya.

Tr bersama Kn, dan SN sepakat untuk menyisihkan 6 kilogram sabu untuk dijual.

“Selanjutnya, Tr menghubungi Kanit Narkoba Polres Tanjungbalai, W dengan kesepakatan akan dijual sebagai uang rusa dan disimpannya,” katanya.

Kemudian, dari 6 kilogram sabu tersebut, dibayar oleh seorang tersangka T (DPO) dengan harga Rp 250 juta dan dibayarkan ke Wy.

Baca Juga  Rujak Natsepa Masuk 6 Nominasi Teratas API 2021, Kategori Makanan Tradisional

Selanjutnya, 5 kilogram sabu lainnya dijual oleh Wy kepada By dengan harga Rp 1 miliar.

“Sementara 13 kilogram lainnya yang diambil Tr dijual kepada tersangka Sd, AI, IT, masing-masing 1 kilogram dengan harga Rp 550 juta,” jelasnya.

Sementara, dari 76 kilogram sabu yang ditemukan, hanya dilaporkan 57 kilogram kepada Kasat Polair Tanjungbalai.

3. Ditangkap 

Atas indikasi tersebut, sebanyak delapan anggota Polres Tanjungbalai diperiksa pada bulan Juni 2021.

Kedelapan polisi terdiri dari tiga personel Dit Polair, dan lima personel Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Mereka diperiksa oleh Bidang Profesi Pengamanan (Propam) Polda Sumut.

Menurut Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, delapan personel Polres Tanjungbalai itu masih dimintai keterangannya.

Namun, Nainggolan tidak merinci lebih lanjut, apakah delapan orang ini terlibat langsung, atau hanya sebagai beking gembong narkoba di kawasan Asahan dan Tanjungbalai.

“Sekarang ini sedang dilakukan klarifikasi,” kata Nainggolan, dikutip dari Tribun-Medan pada Senin (7/6/2021) lalu.

4. Segera Disidang 

Kini, kasus yang membelit 11 oknum polisi ini sudah memasuki tahap pelimpahan berkas tahap II dari Polda Sumut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Asahan.

Baca Juga  UEFA Resmi Larang Manchester City Tampil 2 Musim di Liga Champions

Para polisi itu kini ditahan di Lapas Klas IIB Tanjungbalai di Pulau Simardan.

“Kejari TBA menerima pelimpahan tahap II dari Polda Sumut.”

“Ada 11 orang oknum polisi yang bertugas di Polairud dan dari Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai,” kata Kasi Intelijen Kejari TBA, Dedi Saragih, dikutip dari Tribun-Medan, Sabtu (10/2/2021).

Dedi mengatakan, rangkaian penyerahan tersangka dan barang bukti telah selesai dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke PN Tanjungbalai.

“Hasil swab seluruh tersangka sudah selesai,” katanya.

5. Libatkan 3 gembong narkoba

Menurut Dedi, sebenarnya dalam kasus ini ada 14 orang tersangkanya.

Tiga lainnya merupakan gembong narkoba.

Akibat perbuatannya, ke 14 tersangka yang diantaranya 11 bintara sampai perwira Polres Tanjungbalai itu disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat(1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

(red/tribunnews/tribun medan)

No More Posts Available.

No more pages to load.