Suara PSI Tiba-tiba “Meledak”, Menyala Abangku…

oleh -684 views

Dibilang anomali mengingat perolehan suara PSI “meledak” hanya dalam beberapa hari terakhir saja.

Biasanya begitu data masuk di Sirekap sudah besar dan proporsional, suara partai-partai tidak akan sedinamis PSI. Hanya dalam hitungan tujuh hari saja, PSI mendapatkan 0,6 persen suara dari sekitar 2 persen suara nasional yang masuk ke Sirekap.

Anomali raihan suara PSI menjadi tidak berlanjut andai hingga tuntas data 100 persen masuk ke Sirekap identik dengan hasil hitung manual di formulir model C.

Artinya untuk mengetahui terjadinya penggelembungan suara pada partai-partai tertentu harus menunggu sampai keseluruhan hasil suara masuk dalam proses rekapitulasi.

Menarik pula sanggahan yang disampaikan fungsionaris PSI agar publik tidak langsung memberikan penilaian negatif terhadap lonjakan suara PSI.

Baca Juga  Pemprov Maluku Tegaskan Tak Ada Kompromi Tambang Ilegal di Gunung Botak

Secara kompak, elite-elite PSI menyebut kenaikan dan lonjakan suara PSI akibat linear dengan tingkat kepuasan pemilih terhadap kinerja Presiden Jokowi. Belum lagi, didapuknya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum memberikan efek positif terhadap pilihan pemilih.

Jika ingin obyektif, di berbagai daerah pun “kecurangan” tidak saja disandang oleh PSI semata, walau memang PSI lebih dikesankan masif.

Partai-partai melalui oknum-oknum Caleg juga berusaha keras “memegang” para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

No More Posts Available.

No more pages to load.