Berkelit, Kabid Cipta Karya PUPR Maluku Sebut Jalan Batu Tagepe Rusak Karena Hujan

oleh -201 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Musim penghujan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini, rupanya menjadi alasan Dinas PUPR Maluku untuk berkelit dari buruknya kualitas pembangunan yang dibiayai APBD melalui Dana pinjaman.

Salah satu ruas jalan yang dikerjakan asal-asalan dan kini rusak parah yakni jalan Batu Tagepe, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Ambon. Padahal jalan tersebut baru selesai dikerjakan sebulan lalu.

Adalah Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Maluku, Nurul Sopalauw yang mengatakan bahwa, ruas jalan di daerah Batu Tagepe yang sementara dibangun itu mengalami kerusakan di sejumlah titik berupa cacat permukaan (sisintegration) akibat tingginya curah hujan di Kota Ambon.

Padahal Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury sendiri telah meminta agar kontraktor yang mengerjakan ruas jalan tersebut diblacklist. Hala yang sama juga disampaikan oleh Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Maluku, Benhur Watubun.

Nemun Sopalauw masih saja berkelit dan mencari alasan dengan menyalahkan intensitas curah hujan yang tinggi sebagai faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas pekerjaan jalan yang sementara dikerjakan.

Baca Juga  Ini Putusan MK Atas 18 Gugatan Pilkada: Haltim, 2 Perkara Tidak Dapat Diterima

“Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa bulan ini, turut berdampak pada kerusakan jalan dimana-mana,” ungkapnya.

Dikatakannya, jalan lingkungan (lapen) di Kecamatan Sirimau dikerjakan pada tujuh lokasi dengan total panjang sekitar tiga kilometer. Lokasi terakhir di daerah Batu Tagepe, dikerjakan kurang lebih 900 meter.

“Sekitar 25 meter mengalami cacat permukaan dikarenakan setelah pekerjaan pelapis aspal dilakukan, terjadi curah hujan yang tinggi,” katanya.

Sopalauw beralibi bahwa curah hujan yang tinggi beberapa bulan ini, juga menyebabkan bencana alam di sejumlah kawasan di Ambon, yakni banjir longsor, serta ambruknya jembatan dan talud di sejumlah daerah. “Kondisi alam ini tidak bisa kita hindari,” katanya beralasan.

Baca Juga  Lanjutkan Vaksinasi Massal, Polda Maluku Vaksinasi 643 Orang

Sopalauw mengakui pekerjaan proyek yang diambil dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Perseroan Terbatas Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI/Persero) itu, saat ini masih dalam masa pemeliharaan.

“Jadi kalau terjadi kerusakan akibat bencana alam,  kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak penyedia jasa agar segera melakukan perbaikan,” paparnya.

Sopalauw juga bilang, untuk kerusakan yang terjadi masih bisa diperbaiki dengan biaya yang tidak terlalu besar.

Dia menyebutkan, perbaikan akan tetap dilakukan di permukaan jalan yang rusak.
Pekerjaan ini, lanjut dia, masih berjalan sesuai kontrak pekerjaan. Masih ada tahap masa pemeliharaan selama enam bulan.

“Apalagi kerusakan yang terjadi ini disebabkan karena faktor alam, dan masih bisa diperbaiki karena masih ada masa pemeliharaan. Ini menjadi tanggungjawab penyedia,” tandasnya. (nur)

No More Posts Available.

No more pages to load.