Taktik Rudal dan Drone Iran Berubah, Pertahanan Udara AS Makin Tertekan

oleh -3 Dilihat
Iran dilaporkan terus menyesuaikan strategi penggunaan rudal dan drone dalam menghadapi operasi militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat. Perubahan taktik tersebut disebut semakin menyulitkan sistem pertahanan udara AS, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap persediaan rudal pencegat Patriot Washington.

Stok Patriot AS Terus Tergerus

Serangan Iran juga menyoroti persoalan lain yang semakin mengkhawatirkan Washington: cepatnya penggunaan rudal pencegat Patriot.

Mengutip dua sumber yang mengetahui kondisi persediaan militer AS, The New York Times melaporkan Pentagon telah menggunakan lebih dari 1.500 rudal pencegat Patriot selama konflik berlangsung. Persediaan yang tersisa disebut kurang dari 1.700 unit.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memproduksi sekitar 600 rudal pencegat Patriot sepanjang 2025.

Pada salah satu hari selama serangan di Yordania, pasukan AS disebut menembakkan sekitar 50 rudal Patriot. Setiap rudal pencegat tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$4 juta.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan dapat menguras kemampuan pertahanan rudal Amerika lebih cepat daripada kapasitas industri pertahanan dalam menggantinya.

Baca Juga  FORMAPAS Malut Tolak Rencana Utang Rp1 Triliun, Minta Bank DKI Pertimbangkan Permohonan Pemprov

Iran Belajar dari Perang Ukraina

Para analis menilai Iran semakin memanfaatkan pelajaran dari konflik di Ukraina. Rusia sebelumnya diketahui menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone secara bersamaan untuk membebani sistem pertahanan udara lawan.

“Pihak Iran mempersulit tugas pertahanan udara dengan meluncurkan berbagai jenis rudal dan pesawat nirawak secara bersamaan,” kata Seth G. Jones, kepala departemen pertahanan dan keamanan Center for Strategic and International Studies, seperti dikutip Press TV.

No More Posts Available.

No more pages to load.