Operasi yang berlangsung hampir serentak itu segera menjadi perhatian nasional.
Namun justru karena peristiwanya begitu besar, pertanyaannya pun semakin banyak. Ada yang sudah dijawab. Lebih banyak lagi yang belum.
Catatan ini tidak sedang mencari jawaban. Catatan ini hanya mengumpulkan tanda tanya. Dan kadang-kadang, dalam penegakan hukum, tanda tanya justru lebih jujur daripada tanda seru.
Sulit membicarakan penggeledahan itu tanpa menyebut nama Febrie Adriansyah.
Selama beberapa tahun terakhir, ia adalah salah satu wajah paling menonjol di bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Agung.
Sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), ketika itu, ia memimpin atau mengawasi penanganan sejumlah perkara korupsi besar yang menyita perhatian publik, mulai dari Jiwasraya, Asabri, PT Timah, Garuda Indonesia, BTS Kominfo, hingga perkara-perkara di sektor pertambangan.
Bagi banyak orang, namanya identik dengan wajah Kejaksaan yang sedang giat memburu koruptor.
Justru karena rekam jejak itulah, publik bertanya-tanya: di mana posisi Febrie dalam penggeledahan kali ini?
Sampai catatan ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari penyidik yang menyatakan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan karena Febrie telah menjadi tersangka atau karena ada dugaan tindak pidana yang secara langsung ditujukan kepadanya.









