“Memang prostitusi artis itu pertama bukan faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang ke sekian. Pertama memang faktor tren, dalam ilmu sosiolog memang itu ada masanya. Itu masa atau tren melakukan online dengan cara apapun termasuk model prostitusi online mengikuti perkembangan zaman,” urainya.
“Yang kedua kacamata sosiologi seperti perilaku itu memang tidak dibenarkan. Karena dalam ilmu sosiologi pikiran dan tindakan harus sesuai dengan kehendak umum atau sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Apabila perilaku tidak sesuai dalam masyarakat, dalam ilmu sosiologi berarti orang itu mengalami perbedaan dalam kehidupan masyarakat,” sambung dia.
Menurutnya, gaya hidup artis juga mempengaruhi seorang artis nekat melakukan prostitusi. Gaya hidup itu bukan semua berpengaruh pada ekonomi. Kata Masturin ada empat tahapan kebudayaan dalam ilmu sosiologi. Pertama adalah pre agricultural society, agriculture society, industrial society, dan post industrial society.
“Faktor ekonomi, itu memang juga ada pengaruhnya, namun tidak semua artis dari faktor ekonomi, tapi gaya hidup. Gaya hidup itu bukan faktor ekonomi. Walaupun pakai kost uang, gaya itu itu semuanya ditempuh tidak pakai uang,” jelas Masturin.





