Tarif Fantastis Prostitusi Artis TA Rp 75 Juta, Inikah Alasannya?

oleh -122 views
Link Banner

Porostimur.com | Kudus: Polisi menciduk artis sekaligus model majalah dewasa berinisial TA terkait kasus prostitusi di Bandung. Polisi juga mengungkap tarif TA sekali kencan senilai Rp 75 juta.

Sosiolog di IAIN Kudus, Dr. Masturin, M.Ag mengatakan fenomena tarif mahal ini merupakan cara untuk menaikkan kelas. Menurutnya dalam ilmu sosiologi ada yang namanya kelas sosial.

“Itu (tarif mahal) ingin naik menjadi kelas (yang lebih tinggi). Orang ingin berusaha cara apapun untuk menaikkan kelas sosialnya. Sama ketika prostitusi online dia ingin menaikan kelasnya maka ditempuh dengan jalan apapun itu dalam sosiologi, kelas sosial,” kata Masturin saat dihubungi detikcom, Jumat (18/12/2020).

Dekan Fakultas Dakwah IAIN Kudus itu menjelaskan dengan tarif mahal itu menjadikan naik kelas sosial. Sehingga ada daya tarik bagi penyedia jasa dan sebaliknya bagi pengguna jasa.

“Berarti untuk berusaha naik kelas, makanya saya ingin mengadakan pengguna jasa itu, kalau bisa menggunakan jasa itu kelas saya naik. Punya perasaan itu. Penyedia juga begitu ketika saya tarif ini kelas saya akan menjadi naik kelas sosialnya itu,” ujarnya.

Baca Juga  Tandang ke Osasuna, Real Madrid Berburu Puncak Klasemen

Masturin menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya prostitusi yang dilakukan artis. Pertama adalah tren. Menurutnya zaman sekarang tren serba mudah sehingga dimudahkan untuk melakukan segala macam, termasuk prostitusi artis.

“Memang prostitusi artis itu pertama bukan faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang ke sekian. Pertama memang faktor tren, dalam ilmu sosiolog memang itu ada masanya. Itu masa atau tren melakukan online dengan cara apapun termasuk model prostitusi online mengikuti perkembangan zaman,” urainya.

“Yang kedua kacamata sosiologi seperti perilaku itu memang tidak dibenarkan. Karena dalam ilmu sosiologi pikiran dan tindakan harus sesuai dengan kehendak umum atau sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Apabila perilaku tidak sesuai dalam masyarakat, dalam ilmu sosiologi berarti orang itu mengalami perbedaan dalam kehidupan masyarakat,” sambung dia.

Baca Juga  HUT Humas Polri Ke – 69, Subbaghumas Polres Halsel Gelar Bakti Sosial

Menurutnya, gaya hidup artis juga mempengaruhi seorang artis nekat melakukan prostitusi. Gaya hidup itu bukan semua berpengaruh pada ekonomi. Kata Masturin ada empat tahapan kebudayaan dalam ilmu sosiologi. Pertama adalah pre agricultural society, agriculture society, industrial society, dan post industrial society.

“Faktor ekonomi, itu memang juga ada pengaruhnya, namun tidak semua artis dari faktor ekonomi, tapi gaya hidup. Gaya hidup itu bukan faktor ekonomi. Walaupun pakai kost uang, gaya itu itu semuanya ditempuh tidak pakai uang,” jelas Masturin.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan artis TA atas dugaan kasus prostitusi. Praktik itu dilakoni TA karena kebutuhan uang.

“Yang pasti itu (butuh uang),” ujar Kasubdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kompol Reonald Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (18/12).

Baca Juga  75 Tahun Indonesia dan Kolonialisme Modern

Polisi sudah mengungkap tarif TA untuk sekali kencan. Berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan, TA bersama muncikarinya memasang tarif hingga Rp 75 juta sekali kencan.

Sementara itu, TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Dia diduga terlibat praktik prostitusi.

Selain TA, polisi juga menangkap tiga orang lainnya yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya yakni RJ, AH dan MR.

RJ dan AH merupakan agen atau orang yang mengiklankan TA di sebuah website underground. Sementara MR merupakan muncikari sekaligus yang memiliki jaringan dengan muncikari lain seluruh Indonesia. (red/dtc)