Kelas VVIP Dipertanyakan, Tarif Dinilai Terlalu Mahal

Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah netizen ikut mengoreksi informasi yang disampaikan Alter.
Salah satunya pengguna Facebook Lesnussa Dev yang mempertanyakan penyebutan kelas VVIP dalam kajian tersebut.
“Tidak ada tiket VVIP. Yang ada tiket EX di bagian paling belakang, tetapi harganya sama dengan tiket ekonomi Rp148.000. Sedangkan VIP Rp330.000 berada tepat di belakang ruang komando atau anjungan,” tulisnya.
Alter kemudian merespons koreksi tersebut dengan singkat, “Rupa-rupa.”
Terlepas dari perbedaan penyebutan kelas tiket, sebagian besar komentar publik menyoroti mahalnya tarif kapal cepat.
Akun Lesbu menilai harga tiket resmi masih terlalu tinggi.
“Tiket terlalu mahal kalau beli resmi.”
Komentar tersebut kemudian ditanggapi Alter dengan menyebut harga tiket dapat mencapai sekitar Rp300 ribu jika dibeli melalui pihak tertentu.
Sementara Manoe Hoetoe mempertanyakan selisih harga tiket yang menurutnya cukup besar.
“Rp148.000 ekonomi, tinggal tambah Rp2.000 saja sudah jadi Rp150.000. Dalam sebulan bisa puluhan juta.”
Persoalan persaingan usaha juga ikut disorot. Reffie Kotta menilai kondisi tersebut berkaitan dengan minimnya pilihan operator.
“Monopoli jadi agak sulit,” tulisnya.
Alter merespons dengan menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah.









