Tarif Kapal Cepat Tulehu–Amahai Tuai Sorotan, Kajian Hukum Alter Sabandar Picu Perdebatan Publik

oleh -282 views
Polemik tarif kapal cepat rute Tulehu–Amahai semakin menghangat. Kajian hukum yang dipublikasikan Sekretaris Jenderal DPP Hena Hetu, Alter Sabandar, mengenai dugaan ketidakwajaran tarif lintasan tersebut memantik perdebatan publik di media sosial.

Kelas VVIP Dipertanyakan, Tarif Dinilai Terlalu Mahal

Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah netizen ikut mengoreksi informasi yang disampaikan Alter.

Salah satunya pengguna Facebook Lesnussa Dev yang mempertanyakan penyebutan kelas VVIP dalam kajian tersebut.

“Tidak ada tiket VVIP. Yang ada tiket EX di bagian paling belakang, tetapi harganya sama dengan tiket ekonomi Rp148.000. Sedangkan VIP Rp330.000 berada tepat di belakang ruang komando atau anjungan,” tulisnya.

Alter kemudian merespons koreksi tersebut dengan singkat, “Rupa-rupa.”

Terlepas dari perbedaan penyebutan kelas tiket, sebagian besar komentar publik menyoroti mahalnya tarif kapal cepat.

Akun Lesbu menilai harga tiket resmi masih terlalu tinggi.

“Tiket terlalu mahal kalau beli resmi.”

Komentar tersebut kemudian ditanggapi Alter dengan menyebut harga tiket dapat mencapai sekitar Rp300 ribu jika dibeli melalui pihak tertentu.

Baca Juga  Kemarau Mulai Berdampak, Pemkot Ambon Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

Sementara Manoe Hoetoe mempertanyakan selisih harga tiket yang menurutnya cukup besar.

“Rp148.000 ekonomi, tinggal tambah Rp2.000 saja sudah jadi Rp150.000. Dalam sebulan bisa puluhan juta.”

Persoalan persaingan usaha juga ikut disorot. Reffie Kotta menilai kondisi tersebut berkaitan dengan minimnya pilihan operator.

“Monopoli jadi agak sulit,” tulisnya.

Alter merespons dengan menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah.

No More Posts Available.

No more pages to load.