Tata Ruang Ambon Disorot, Dari Harmoni Sosial hingga Ancaman Kesehatan Mental

oleh -24 views
Penataan ruang Kota Ambon tidak lagi dipandang sekadar urusan pembangunan fisik seperti jalan, gedung, dan infrastruktur. Lebih dari itu, tata ruang yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial, meningkatkan kualitas hidup, hingga mencegah persoalan kesehatan mental di kawasan perkotaan.

Porostimur.com, Ambon – Penataan ruang Kota Ambon tidak lagi dipandang sekadar urusan pembangunan fisik seperti jalan, gedung, dan infrastruktur. Lebih dari itu, tata ruang yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial, meningkatkan kualitas hidup, hingga mencegah persoalan kesehatan mental di kawasan perkotaan.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Harmoni Urban: Menata Ruang, Membangun Kemandirian dan Menguatkan Rakyat” yang digelar Lembaga Pemerhati Masyarakat Perkotaan (LPMP) di Caffe Baileo, Sabtu (20/6/2026).

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari legislatif, akademisi, psikolog, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Tata Ruang Harus Berbasis Kebutuhan Sosial

Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menegaskan pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada aspek fisik semata. Pemerintah, kata dia, harus mampu menghadirkan ruang publik yang memperkuat interaksi sosial masyarakat.

Baca Juga  41 Nama Muncul di Kasus MBG, Eks Petinggi BGN Sebut Banyak Pengaju dari Kalangan Politik

“Pemerintah harus hadir memfasilitasi ruang interaksi publik agar harmoni masyarakat tetap terjaga. Pembentukan regulasi tata ruang juga harus melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari sejauh mana masyarakat memperoleh ruang hidup yang aman, nyaman, dan sejahtera.

No More Posts Available.

No more pages to load.