Thomas Cup dan Dua Teori

oleh -291 views

Uang bantuan itu tentu saja salah satu sumber pemasukan dari organisasi swasta bernama PBSI ini. Dia pasti punya sumber pemasukan lain.

Jadi, ‘fixed’ bahwa PBSI adalah swasta. Lha terus bagaimana dengan Indonesia? Kan PBSI membawa nama Indonesia juga? Iya betul. Ia lembaga swasta Indonesia.

Terus, bagaimana dengan kebanggaan kita sebagai bangsa? Ya boleh-boleh saja mencantolkan nasionalisme ke dalam prestasi PBSI ini. Sama seperti Anda bangga bahwa Indomie adalah karya jenial anak bangsa.

Tidak ada salahnya. Mungkin berguna juga. Paling tidak rasa bangga itu membuat Anda merasa memiliki bangsa ini dan berbuat sesuatu. Misalnya, dengan cerewet kalau pengelolaannya tidak beres. Bisa saja kan?

Tapi dibalik itu, ada sesuatu yang serius. Lembaga swasta menang Thomas Cup!

Baca Juga  Dua Tersangka Pembunuh Nus Kei Terancam Hukuman Mati

Ini akan membuat kaum Libertarian dan kaum Marxis bergembira. Keduanya, dengan alasan berbeda, sangat membenci negara.

Kaum Marxis menganggap negara hanyalah sebuah “panitia penghisapan yang dikendalikan kaum borjuis.” Paham ya arti kata-kata besar itu. Negara itu nanti akan layu dengan sendirinya kalau masyarakat Sosialis tercapai. Itu adalah masyarakat dimana semua orang bekerja sesuai kemampuannya, mendapat sesuai kebutuhannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.