Tiga dari Beberapa Keinginan dan Dua Puisi Lain Nuriman Bayan

oleh -43 views
Link Banner

HARI-HARI DI SEKOLAH AKAN MENEMUI TITIKNYA

buat Tan

Hari-hari kita di sekolah akan menemui titiknya

dan kita hanya punya dua alamat untuk pulang

ke dadamu atau ke dadaku. Keduanya

sama-sama teluk sama-sama peluk

keduanya harus kita arungi dengan perahu

dan untuk sampai kita harus menaklukkan 

bukit demi bukit tikungan demi tikungan

jika Morotai melepas kita saat ibu menarik matahari

dan tuju kita adalah ke dadaku, sebelum loga-loga 

di Loloda dinyalakan kita sudah tiba di rumah ibu

jika Morotai melepas kita saat ibu menarik matahari

dan tuju kita adalah ke dadamu, sebelum loga-loga

di Weda dinyalakan kita sudah tiba di rumah ibu

jika Morotai tak ingin melepas kita sebab lelah ingin

beristirahat dengan tenang di dadanya, sebelum loga-loga

di dadamu dan di dadaku dinyalakan, aku sudah berada 

di lautan biru, tanpa dayung dan perahu, dan bila aku pulang

hanya ke dadamu dan ke dada anak kita, dermaga yang akan kutuju.

2022.

=========

DARI HALUAN, NA CEGE NA CEGE

Dari haluan ia berteriak, na cege, na cege. Di buritan kau eratkan genggaman sambil menusukkan dayung ke dalam laut si jege-jege. 

Di depan ombak naik tipis-tipis dan angin bertiup pelan-pelan. 

Dari kiri, dari kanan, dua perahu terus membuntuti. 

Di lambung perahu, ikan-ikan gemetar, seperti tubuhmu, tapi pantai yang putih di depan mata, yang di bibirnya ditanami pohon baru, kaurasakan seolah berlari, sementara angin yang turun dari gunung tambah mengencang.

Kau merasakan seolah berdayung di tengah sungai saat hujan turun deras.

2022.

————-

na: kamu

cege: cepat

si jege-jege: cepat-cepat.

=========

TIGA DARI BEBERAPA KEINGINAN

buat Istriku

Dua dari beberapa keinginan yang belum saya penuhi sampai hari ini; menuliskan nama kamu dan nama tanah ibu saya sebagai judul buku tunggal pertama saya, menuliskan nama kamu dan nama tanah ibu kamu sebagai judul buku tunggal kedua saya. 

Setelah dua keinginan itu terpenuhi, saya cuma ingin menuliskan nama anak kita dan nama kedua tanah ibu yang telah melahirkan dan menumbuhkan kita sebagai judul buku tunggal ketiga saya.

Setelah tiga keinginan itu terpenuhi, terhadap puisi, saya tidak punya keinginan lain, selain terus menulis sampai saya mati.

2022.

======

No More Posts Available.

No more pages to load.