Tiga Puisi Rudi Fofid

oleh -650 views


RIWAYAT TUJUH PETI MATI

(requiem, requiem, requiem
naiklah firdaus diiringi malaikat)

laut ungu
gunung ungu
prosesi lagu nestapa
puisi-puisi air mata
lengking terompet ngilu
tujuh peti mati diusung

awan ungu
langit ungu
sudah putus napas
tidak ada ampas
paduan suara sendu
tujuh peti mati diusung
mendung ungu

hujan ungu
biji mata asam
jiwa-jiwa nelangsa
semua bunga layu
tujuh peti mati diusung

(requiem, requiem, requiem
naiklah firdaus diiringi malaikat)

di perempatan jalan yang mati kutu
bocah bertanya kepada ibu
siapa mangkat?
hina atau mulia?
ibu diam beku
tujuh peti mati diusung

didorong keinginan luhur
dan hasrat ingin tahu
ibu hentikan parade jenazah
bola matanya ingin meraba
pada nama dan wajah kaku
tujuh peti mati diusung

aspal ungu
debu-debu ungu
biji mata ibu tumpah
tergenang dalam keranda
semua kekasih ibu terbaring di situ
tujuh peti mati diusung

Baca Juga  Sopir Angkot Tewas Ditikam di Manado, Dua Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

ibu ungu
peti ungu
ibu tuntun bocah berziarah
pada keranda-keranda
melihat mayat satu per satu
tujuh peti mati diusung

keranda pertama, rasa haru mati dibunuh
keranda kedua, rasa malu tewas digantung
keranda ketiga, hati nurani wafat ditembak
keranda keempat, akal budi mangkat ditombak
keranda kelima, keadilan tutup usia diracun
keranda keenam, kemerdekaan mampus dibius

topan jiwa raga berkecamuk
ibu semaput di sisi keranda ketujuh
ia dibangunkan sang bocah
ibu pun terpaksa siuman
ia tengok keranda ketujuh
ibu mengamuk

No More Posts Available.

No more pages to load.