Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas
Pernyataan Trump muncul sekitar sepekan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington akan menerapkan isolasi ekonomi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah disaksikan dunia.
Di saat yang sama, situasi di Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik paling rawan dalam konflik.
Meskipun intensitas serangan rudal sempat menurun, Iran disebut masih menerapkan blokade efektif terhadap pelayaran di jalur strategis tersebut setelah kesepakatan awal antara Washington dan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz gagal terlaksana.
Kedua pihak sebelumnya menyatakan telah bertukar pesan terkait upaya penyelesaian konflik. Namun, Trump pada Selasa menyatakan perundingan telah dibatalkan.
Ia kemudian mengunggah peta Selat Hormuz yang disebut sebagai “Wilayah Baru AS”, memicu respons keras dari Iran.
Teheran bahkan membalas secara simbolis dengan mengunggah peta California sebagai “Wilayah Baru Republik Islam Iran.”
Ketegangan tersebut memperlihatkan semakin tajamnya perselisihan antara Washington dan Teheran, terutama terkait penguasaan dan keamanan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Iran Ancam Negara Teluk yang Bantu AS
Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Iran mengeluarkan peringatan terhadap negara-negara Teluk yang memberikan bantuan maupun fasilitas kepada militer AS.









