Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi mengatakan, setiap bentuk bantuan kepada pasukan AS akan dipandang sebagai keterlibatan dalam operasi militer Washington.
“Setiap bantuan atau fasilitas yang diberikan kepada militer AS yang bertindak sebagai agresor sama saja dengan berpartisipasi dalam operasi militer AS,” ujar Abdollahi.
Peringatan tersebut muncul setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penghentian hubungan ekonomi dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional.
UEA sebelumnya menuduh Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah kapal-kapal di lepas pantainya. Abu Dhabi kemudian menjelaskan bahwa kedua rudal tersebut jatuh di laut, dengan salah satunya masuk ke wilayah perairan UEA.
Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA Afra Al Hameli mengatakan seluruh perdagangan, pertukaran komersial dan transaksi keuangan dengan Iran dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Namun, tuduhan tersebut dibantah Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dengan tegas menolak klaim bahwa Teheran meluncurkan rudal ke arah UEA.
Konflik Meluas ke Negara-Negara Teluk
Perang AS-Iran pecah pada 28 Februari setelah serangan AS-Israel terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah sasaran di kawasan Timur Tengah.









