“Aksi masih berlanjut karena kami melihat perusahaan sangat keras kepala,” kata Mardani menambahkan.
Warga berkomitmen akan tetap melakukan blokade hingga ada kejelasan dan itikad baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan lahan secara adil.
Perusahaan Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Mining Abadi Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes warga maupun tudingan perusakan kendaraan. Wartawan masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan untuk mendapatkan konfirmasi.
Sebelumnya, kawasan Desa Sagea memang menjadi salah satu titik panas konflik agraria dan lingkungan di Halmahera Tengah, terutama akibat ekspansi industri pertambangan yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.
Aksi warga hari ini menunjukkan bahwa ketegangan antara masyarakat lokal dan perusahaan tambang masih jauh dari kata selesai. (red/hn)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









