“Nah makanya kita bisa berdebat itu, saya lebih tahu, makanya saya nggak enak ngomong depan umum. Tapi kalau ibu mau pilih Pak Prabowo pun itu hak ibu. Tapi saya mau sampaikan juga, tidak fair kalau kita pilih presiden bukan berdasarkan kemampuan kerja,” ucap Ahok.
Ahok sudah dihubungi secara terpisah terkait video berisi dirinya itu viral bicara soal ‘kerja Jokowi dan Gibran’. Namun, Ahok enggan menjelaskan lebih jauh.
Sementara itu, politikus PDIP Ima Mahdiah menjelaskan maksud ucapan Ahok ‘di mana bukti Gibran bisa kerja’. Menurut Ima, rekam jejak Gibran belum teruji selama menjabat.
“Yang dimaksud oleh Pak Ahok adalah Gibran itu baru menjadi wali kota selama kurang dari 4 tahun saja. Tanpa pengalaman legislatif, dan pengalaman eksekutif yang baru seumur jagung, sekarang berlaga di pilpres, sehingga rekam jejaknya masih sangat minim untuk memimpin 230 juta rakyat Indonesia,” ujar Ima kepada wartawan.
Ucapan Ahok, menurut Ima, senada dengan pernyataan Jokowi pada tahun lalu. Yakni pernyataan Jokowi soal Gibran baru menjabat di Solo sehingga belum tepat maju sebagai cawapres.
“Hal ini senada dengan komentar Pak Jokowi pada Mei 2023 lalu yang bilang bahwa saat itu Gibran masih 2 tahun jadi wali kota sehingga tidak logis jika dicalonkan sebagai calon wakil presiden. Kira-kira seperti itu maksud perkataan Pak Ahok yang saya tangkap,” imbuhnya.











