Zulkifli Hasan, Cerutu, dan Sepiring Kenyamanan di Tengah Bencana

oleh -223 views

Dalam situasi seperti ini, empati seharusnya tampil dalam bentuk paling sederhana, itu lewat kesediaan untuk tidak menikmati segalanya di depan mereka yang sedang kehilangan banyak hal. Tidak perlu ceramah, tidak perlu sejarah besar. Cukup tahu kapan harus menurunkan selera.

Dan yang tertinggal dari peristiwa ini bukan sekadar kesan tidak pantas, melainkan pelajaran tentang bagaimana kekuasaan kerap gagal membaca suasana.

Bencana menuntut kehadiran yang rendah hati, bukan sekadar kehadiran fisik. Ia menuntut kesadaran bahwa setiap sikap pejabat di ruang publik adalah pesan politik—dan pesan itu akan diingat jauh lebih lama daripada bantuan yang datang sesaat. Di titik inilah negara seharusnya belajar. Bukan semua yang boleh dilakukan patut ditunjukkan, dan bukan semua kenyamanan layak dipertahankan di hadapan penderitaan. (**)

Baca Juga  Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Iduladha menurut 4 Mazhab

No More Posts Available.

No more pages to load.