5 Ciri Haji Mabrur dalam Islam, Bukan Sekadar Pulang dari Makkah

oleh -30 views

Keutamaan haji mabrur dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya, “Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur kecuali surga”. (HR Bukhari)

Melansir dari NU Online pada Selasa (2/6/2026), terdapat sejumlah tanda yang menunjukkan seseorang meraih haji mabrur. Berikut penjelasannya.

Ciri Haji Mabrur

1. Terhindar dari rafas atau perkataan tidak senonoh

Salah satu ciri haji mabrur adalah kemampuan menjaga lisan dari perkataan yang tidak pantas. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat (197):

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Artinya, “(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan ibadah haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah berbuat rafas, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam ibadah haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan pasti Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”. (QS Al-Baqarah: 197)

Baca Juga  Menteri Nusron Ajak Sertifikasi Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

Menurut penjelasan Ibnu Abbas yang dikutip Imam Ibnu Katsir, rafas adalah ucapan atau perkataan yang mengandung unsur tidak senonoh.

Oleh karena itu, salah satu tanda haji mabrur adalah kemampuan menjaga lisan, menghindari ucapan yang tidak pantas, serta membiasakan diri berkata baik kepada sesama manusia.

2. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan

Ciri berikutnya adalah terbebas dari perbuatan fusuk atau kemaksiatan. Larangan tersebut juga disebutkan dalam ayat yang sama mengenai ibadah haji.

No More Posts Available.

No more pages to load.