5 Ciri Haji Mabrur dalam Islam, Bukan Sekadar Pulang dari Makkah

oleh -41 views

وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ

Artinya, “Dan jangan bertengkar dalam ibadah haji”. (QS Al-Baqarah: 197)

Sejalan dengan ayat tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan salah satu ciri haji mabrur adalah menebarkan kedamaian dan memberikan manfaat kepada sesama.

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْحَجُّ الْمَبْرُورُ قَالَ إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Artinya, “Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Beliau menjawab, ‘Memberi makan dan menebarkan salam atau kedamaian’,”.

Hadis ini menunjukkan haji mabrur tidak hanya tercermin dalam hubungan seorang hamba dengan Allah Swt, tetapi juga tampak dalam kepedulian sosial, sikap santun, serta kemampuan menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.

5. Menjadi pribadi yang lebih baik setelah pulang haji

Tanda yang paling nyata dari haji mabrur adalah adanya perubahan positif setelah seseorang kembali dari tanah suci.

Baca Juga  Wamendagri Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim untuk Pertumbuhan Ekonomi

Imam An-Nawawi menjelaskan salah satu tanda diterimanya ibadah haji adalah berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak kembali melakukan kemaksiatan.

وَمِنْ عَلَامَةِ الْقَبُولِ أَنْ يَرْجِعَ خَيْرًا مِمَّا كَانَ وَلَا يُعَاوِدَ الْمَعَاصِي

Artinya, “Di antara tanda diterimanya ibadah haji adalah seseorang kembali dalam keadaan lebih baik daripada sebelumnya dan tidak mengulangi kemaksiatan”.

Perubahan tersebut dapat terlihat dari meningkatnya kualitas ibadah, semakin santun dalam bertutur kata, lebih peduli terhadap sesama, serta konsisten menjaga perilaku sesuai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.