Adolf Hitler, Tunawisma yang Jadi Tiran Pembunuh: Manipulasi Diri sebagai Penyayang Anak dan Hewan

oleh -696 views

KETENARANNYA di Jerman kian lengkap sebagai pribadi yang menyayangi anak-anak dan hewan.

Begitulah gaya Adolf Hitler, pempimpin Partai Nazi di Jerman.

Hitler naik ke tampuk kekuasaan di Jerman, menjadi diktator, mengokupasi negara-negara Eropa, dan membantai jutaan orang Eropa keturunan Yahudi.

Padahal, Hitler adalah seorang seniman biasa-biasa saja, yang naik menjadi diktator Jerman, dan penghasut Holocaust.

Mengingat kehancuran yang ditinggalkan Hitler, pertanyaan besar bagi sejarawan abad ke-20 adalah bagaimana Hitler menangkap imajinasi Jerman dan berkuasa.

Hitler digambarkan oleh penulis biografi Ian Kershaw sebagai ‘wadah kosong di luar kehidupan politiknya’.

“Dia memiliki sedikit teman sejati, pandangan yang berlebihan tentang kecerdasannya sendiri, dan tidak ada koneksi bawaan untuk mendorongnya ke puncak,” katanya.

Dilansir Kalbar-Terkini.com dari Live Science, Rabu, 30 Maret 2022, Hitler juga tidak memiliki ide yang orisinal.

Baca Juga  ESDM Bongkar Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Partai Buruh Jerman yang diikutinya pada 1919, yang akan menjadi Partai Nazi di bawah kepemimpinannya, hanyalah salah satu dari sekitar 70 kelompok sayap kanan di Jerman setelah Perang Dunia I, tulis Kershaw dalam biografi ‘Hitler: 1889-1936 Hubris’ (WW Norton & Perusahaan, 1998).

No More Posts Available.

No more pages to load.