Tafsir Surat Al-Kafirun, Ajarkan Toleransi Beragama

oleh -337 views
lustrasi wanita membaca surat Al-Kafirun (Foto: Getty Images/iStockphoto/.shock)

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud
Artinya: “dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.”

Ayat 6
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

lakum dīnukum wa liya dīn
Artinya: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Menukil buku Persepsi dan Praktik Toleransi Beragama di Kalangan Mahasiswa Muslim dan Non-Muslim karya M. Yusuf Wibisono dkk, menyatakan bahwa toleransi beragama adalah sikap bersedia menerima keberagamaan dan keanekaragaman agama yang dianut dan kepercayaan yang dihayati oleh pihak atau golongan agama atau kepercayaan lain. Hal ini dapat terjadi dikarenakan keberadaan atau eksistensi suatu golongan agama atau kepercayaan diakui dan dihormati oleh pihak lain.

Toleransi beragama mempunyai arti sikap lapang dada seseorang untuk membiarkan dan menghormati pemeluk agama melaksanakan ibadah mereka menurut ajaran masing-masing. Karena manusia memiliki hak penuh untuk memilih, untuk itu toleransi beragama sangat penting untuk menciptakan kerukunan umat beragama

Baca Juga  Brasil Taklukkan Mesir 2-1, Endrick Jadi Penentu Jelang Piala Dunia 2026

Sedangkan dalam agama Islam yang menjadi landasan toleransi beragama adalah surat Al-Kafirun. Di dalam kandungan surat Al-Kafirun itu para ahli telah mencoba menarik beberapa garis hukum diantaranya:

  • Tidak seorangpun boleh dipaksa untuk memeluk agama lain atau meninggalkan ajaran agamanya.
  • Setiap orang berhak untuk beribadah menurut ketentuan ajaran agamanya masing-masing.

Menurut M. Quraish Shihab dalam Jurnal Keislaman dan Pendidikan Volume 3 Nomor 2, September 2022, yang berjudul Konsep Toleransi Menurut Quraish Shihab pada Surat Al-Kafirun karya Setio Budi dan Muhammad Esa Prasastia Amnesti, pada surat Al-Kafirun tidak ditemukan sama sekali makna yang berhubungan dengan toleransi. Ia lebih setuju menggunakan kata kompromi.

No More Posts Available.

No more pages to load.