Aku, Kamu dan Senja Kala itu

oleh -3,063 views

“Aku jadi ingat masa lalu, gimana kalo kita jalan-jalan dulu. Sampe taman depan aja, aku kangen jalan-jalan sama kamu kaya dulu.” Katanya, ternyata dia pun merindukan hal yang sama denganku. Tanpa pikir panjang lagi aku menyutujui ajakannya, kami berjalan berdampingan di bawah langit menuju senja. Setelah sampai di taman, kami duduk di bangku putih menghadap danau buatan. Kami bercerita banyak hal, tentang karir, pekerjaan bahkan film marvel yang baru saja rilis. Bercerita dengannya masih tetap menyenangkan.

Aldi juga menceritakan bahwa dulu dia menjauhiku karena pacarnya terlalu obsesif, awalnya dia mewajari. Namun, lama kelamaan dia muak juga, katanya hubungannya terlalu toxic, pacarnya selalu melarangnya melakukan hal yang dia suka, akhirnya tepat setelah acara perpisahan SMA, Aldi memutuskan gadis itu. Katanya, dia sempat ingin meminta maaf padaku saat itu, dia ingin aku menjadi temannya lagi, dia sempat mengirim pesan teks padaku, tapi aku tak pernah membalas pesannya. Aku meminta maaf, karena aku pikir pesannya tidak sengaja terhapus sebelum aku sempat membacanya.

Baca Juga  Lantik Puluhan Pejabat, Bupati Maluku Tenggara: Disiplin dan Integritas Harga Mati

Aku juga bercerita tentang perasaanku padanya dulu, tentang patah hatiku dan tentang aku yang sekarang. Dia menatapku dan tersenyum, katanya dia merasa senang pernah disukai orang sepertiku. Kemudian, dia bercerita tentang seseorang yang diyakini menjadi masa depannya, seseorang yang namanya tertulis di atas undangan pernikahn yang Aldi berikan padaku, gadis yang bernama Alea. Aku melihatnya, binar mata yang Aldi tunjukan dan senyum manis yang dia tampilkan saat menceritakan Alea benar-benar menghangatkan hatiku, Aldi sudah menemukan kebahagiaannya, bisikku dalam hati.

No More Posts Available.

No more pages to load.