Anatomi Negara Predatoris

oleh -25 views

Mulut predatoris adalah organ yang paling lihai menyamar. Di sanalah hukum diputar seperti bahasa yang lentur: tegas ke bawah, tumpul ke atas. Cuma yang kuat dilindungi oleh celah, yang lemah dihimpit oleh pasal. Di mulut ini, beban dapat terdengar sebagai pengorbanan, ketimpangan diumumkan sebagai kemajuan, dan pemangsaan diperkenalkan sebagai pembangunan. Ia tidak menelan manusia secara langsung; ia terlebih dahulu menelan makna kata-kata.

Tangan predatoris panjang dan lentur. Ia mampu menjangkau hampir seluruh ruang kehidupan warga. Jari-jarinya belajar keterampilan baru: menggenggam lebih kuat daripada melepaskan, mengambil lebih cekatan daripada memberi, mengatur lebih dalam daripada melayani.

Perut predatoris tidak mengenal kata cukup. Semakin banyak yang masuk, semakin besar kebutuhan untuk menelan yang lain. Ia memakan hasil bumi, memakan tenaga kerja, memakan harapan, bahkan memakan masa depan, lalu meminta lebih seolah belum pernah kenyang.

Baca Juga  Tak Terima Kesepakatan AS-Iran, Warga Israel Sebut Trump Berkhianat

Jantung predatoris memompa satu naluri yang tak pernah padam: mempertahankan diri dan memperbesar tubuh kekuasaan. Dari denyut itu mengalir kekuatan ke seluruh organ lain—ke mata yang makin lihai mencari, ke telinga yang makin selektif mendengar, ke tangan yang makin terampil mengambil.

No More Posts Available.

No more pages to load.