Arbeloa Sambut Tugas Tangani Real Madrid dengan Kalem: Saya Paham DNA Klub Ini

oleh -180 views

Kariernya sempat terhenti karena minimnya menit bermain, sebelum akhirnya bangkit bersama Deportivo La Coruña dan Liverpool. Namun, ia kembali ke Madrid pada 2009 dan mencapai puncak kariernya di sana.

Dari 43 tahun usianya, hampir 20 tahun dihabiskan bersama Real Madrid—sebagai pemain, pelatih, dan bagian dari sistem klub.

Arbeloa: Madrid Itu Soal Menang, Menang, dan Menang Lagi

Dalam pernyataannya di situs resmi klub, Arbeloa menegaskan bahwa ia paham betul tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya.

“Saya menyadari tanggung jawab yang saya emban dan tugas luar biasa yang ada di depan saya. Saya sangat bersemangat,” ujarnya.

Menurutnya, Real Madrid adalah klub yang hidup dari tuntutan kemenangan.

Baca Juga  Apresiasi Rencana Tambahan TKD, Anos Yermias Dorong Kebijakan Berpihak ke Daerah Kepulauan

“Klub ini selalu soal menang, menang, dan menang lagi. Sifat yang menuntut itu mencerminkan DNA yang telah membawa kita ke tempat saat ini, dengan rekam jejak dan lemari piala yang penuh dengan trofi,” lanjutnya.

Ia mengaku menyerap nilai-nilai tersebut sejak masih menjadi pemain.

“Ketika saya masih menjadi pemain, saya menyerap nilai-nilai itu dari orang-orang di ruang ganti. Nilai-nilai itu masih ada di sini, dan itulah yang penting.”

Arbeloa menutup dengan ambisi besar: menginspirasi fans dan terus menambah koleksi trofi.

“Kami ingin menginspirasi penggemar di seluruh dunia dan membantu mengisi lemari piala itu lebih banyak lagi. Itulah pekerjaan saya, dan itulah yang saya perjuangkan setiap hari.” (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.