Sementara itu, lintasan Galala Namlea tetap beroperasi normal dengan dukungan dua unit kapal. Hingga saat ini, tidak ada laporan gangguan atau kendala operasional pada kapal yang bertugas.
Cuaca dan Keselamatan Pelayaran
Mengingat kondisi cuaca di wilayah Maluku yang belakangan ini kerap diguyur hujan dan berpotensi angin kencang, ASDP meningkatkan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap keberangkatan kapal dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran.
“Untuk perkembangan cuaca, kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan KSOP. Jika kondisi cuaca memburuk, keputusan keberangkatan tetap mengacu pada rekomendasi pihak berwenang,” katanya.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Dengan kesiapan enam kapal di jalur utama dan dua di jalur pendukung, ASDP optimistis mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang yang biasa terjadi pada masa libur nasional. Penambahan armada siaga menjadi salah satu strategi untuk memastikan tidak terjadi kepadatan di pelabuhan maupun keterlambatan jadwal pelayaran.
ASDP juga mencermati tren peningkatan jumlah penumpang pada hari libur sebelumnya, seperti Natal, Tahun Baru, dan Idul Adha, yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penumpang maupun kendaraan. Berdasarkan data sebelumnya, peningkatan bisa mencapai 30–40 persen dalam periode puncak.









