“Kabar bagus,” itu keluar dari mulutku, “Aku bangga sama kamu. Aku selalu bangga.”
Kemudian jalan kami berhenti lagi di sini. Ia bangkit dari duduknya. Terlihat matanya yang indah juga basah. Katanya, “Aku harap ini terakhir kamu kembali ke sini. Kamu juga harus beranjak, Adam. Menyusuri jalanmu. Di duniamu.” (*)









