Empat bulan bertarung dengan ganasnya kanker di mata kirinya, Salahudin tutup usia di RSUP. Basri pula yang membantu keluarga ini memulangkan jenazah balita itu ke Ternate untuk dimakamkan. 9 tahun berlalu, namun Basri tetap dianggap malaikat penolong oleh Adimun dan keluarganya.
Pengakuan yang sama diungkapkan Muhammad Abubakar, orang tua Rifky Alfian Muhammad, asal Kota Tidore Kepulauan. Rifky divonis menderita katup jantung bocor di usia mudanya. Sakit itu membuat ia kesulitan beraktivitas sehari-hari, bahkan sekadar naik tangga.
Muhammad mengungkapkan, pada tahun 2017 ia harus membawa anaknya ke Jakarta untuk operasi katup jantung. Ia menadahkan tangan kesana kemari meminta bantuan. Basri Salama lah yang mengulurkan tangan membantunya. Bertolak ke Jakarta, Muhammad mengaku hanya membawa uang pribadi Rp 3 juta. Semua kebutuhan untuk pengobatan Rifky dan biaya hidup di ibukota ditanggung Basri dan sang istri. Saat ini, Rifky telah menjadi remaja yang sehat dan duduk di bangku kelas XI SMA.
Nun jauh di Desa Daeo, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, seorang ibu bernama Wati memberikan kesaksian yang sama. Wati merupakan istri dari almarhum Sahdat Bungan, seorang pasien kanker mulut. Sahdat awalnya kehilangan suara, sehingga dibawa ke rumah sakit. Rupanya sakit yang ia derita jauh lebih berbahaya. Ia divonis mengidap tumor di mulutnya.










