Belajar dari Filipina, Mewaspadai Kembalinya Otorianisme Orde Baru Pascapilpres 2024

oleh -507 views

Kembalinya rezim orde baru juga melakukan hal yang sama, berlindung dibawah bayang – bayang reformasi yang diamanhkan kepada Jokowi, namun menjelang habis kekuasaan, ruh orde baru yang haus kekuasaan, korupsi, kolusi dan nepotisme merasuki Jokowi, dengan keinginan untuk berkuasa tiga periode, dengan melakukan segala cara, yang terakhir dengan memanfaatkan kedekatan keluarga melalui MK yang meloloskan Gibran putra sulungnya menjadi cawapres Prabowo.

Masa depan Filipina di bawah kepemimpinan Marcos Jr. masih penuh dengan ketidakpastian. Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab, seperti bagaimana dia akan menangani pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu, bagaimana dia akan memerangi korupsi, dan bagaimana dia akan memimpin Filipina di tengah berbagai tantangan global.

Baca Juga  Langgar Izin Tinggal, 11 WNA China di Gunung Botak Bakal Dideportasi

Kebijakan Represif: Sejak berkuasa, Marcos Jr. telah menunjukkan kecenderungan otoriter. Dia telah menerapkan undang-undang anti-terorisme yang luas yang digunakan untuk membungkam kritik dan aktivis., menutup media independen dan membungkam jurnalis kritis, mengangkat loyalisnya ke posisi kunci di pemerintahan dan militer serta mengubah undang-undang dasar untuk memperkuat kekuasaannya.

Satu hal yang pasti adalah bahwa Filipina telah memasuki babak baru dalam sejarahnya. Kebangkitan Marcos menandakan pergeseran politik yang signifikan dan akan memiliki implikasi besar bagi masa depan demokrasi di Filipina. Hal yang sama akan juga terjadi di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.